“Semakin kuat keyakinan kita bahwa hanya Allah Swt. yang kuasa
memberikan pertolongan, maka akan semakin tangguh kita menghadapi
musibah. Sebaliknya, semakin kita mencari penolong selain Allah Swt.,
maka semakin resah hati kita dan semakin jauh dari pertolongan-Nya.”
—KH. Abdullah Gymnastiar,
pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhid, Bandung.
...
Terdapat hikmah yang besar di balik ujian dan nikmat yang diberikan
oleh Allah Swt. kepada hamba-hamba-Nya. Orang yang mampu
“menangkap” hikmah di balik musibah dapat dipastikan sebagai pribadi
yang tangguh. Keistimewaan ini hanya bisa dicapai oleh orang-orang yang
menganggap musibah sebagai bagian dari kasih sayang-Nya.
Sementara, orang yang menyikapi musibah dengan wajah muram,
menyalahkan ketentuan Allah Swt., serta berprasangka buruk kepada-Nya,
niscaya tidak akan mendapatkan hikmah apa pun. Alih-alih memperoleh
hikmah, kehidupannya bakal terasa susah lantaran jauh dari rahmat-Nya.
Nah, buku ini memberi tahu pembaca cara-cara indah menghadapi
musibah. Mengubah musibah menjadi berkah!