"Ya,” Paman Harun mengangguk. "Terlalu buruk bagi sepasang orangtua
yang syahid untuk punya anak seperti itu.”
Najma selalu mengakui dirinya sebagai gadis dari kota Jerash. Tak peduli
bahwa darah Palestina mengalir dalam tubuhnya. Tetap tak ada hati
Palestina yang ia miliki. Maka, demi memandang kemegahan Oval Plaza
kebanggaan Yordania, hanya satu yang ia impikan: menjadi penari dalam
Festival Jerash yang selalu menakjubkan mata dunia.
Meski itu berarti, ia sedang mengkhianati darah Palestina yang ia miliki, dan
menodai pengorbanan kedua orangtuanya yang mati syahid dalam
perebutan Al-duds melawan Zionis Israel. la tak peduli ketidaksetujuan
Paman Harun dan Bibi Nauroh yang telah mengasuhnya sejak kecil di
Yordania.
Jika Sang Paman berkata bahwa ia terlalu mulia untuk sekadar menjadi
seorang penari, lantas apakah yang lebih pantas untuknya?
Gadis Kota Jerash adalah salah satu dari cerpen-cerpen pilihan dalam
antologi kasih ini. Masih ada enam belas kisah lainnya yang diramu dalam
kekuatan luka, air mata, asa, sekaligus cinta. Semuanya dipersembahkan,
untuk sebuah negeri yang masih tercabik, Palestina....